Mengapa harus seperti ini
Aku benar* tak mengerti tentang kisah hidupku. Yang kurasa semakin hari semakin nelangsa saja.
Berawal saat aku duduk di bangku SMA. Aku jatuh cinta kepada seorang laki2, dan aku menjalin hubungan dengannya 2 tahun. Saat itu banyak sekali rintangan yg aku dan dia hadapi. Mulai dari persetujuan orang tua dan lain*. Aku dan dia teramat sangat mencintai.
Bahkan hampir tiap hari aku dimarahi orang tuaku Karna menjalin hubungan dengan dia. Didepan dia orang tuaku menjelekkan*kan dia! Tapi apa yang iya kata? "Dia itu orang tuamu? Apa yg iya kata pasti lebih benar?" Seketika berlinang lah air mataku. Dalam hatiku berkata? "Mas kamu sadar tidak orang tuaku sedang mengejekku? Tapi kenapa kamu malah membelanya?"
Hingga pada akhirnya aku lulus sekolah, aku mencari kerja di surabaya. Aku sempat hilang kontak dengannya, dia tak ada kabar. Aku sudah berusaha menelpon berkali* tapi hasilnya nihil. Aku mulai resah, aku mulai gelisah dan lelah tanpa kabar darinya. Aku tunggu berhari* hingga aku benar* lelah,aku takut dia bersama wanita lain dan melupakan aku.
Sampai akhirnya aku memutuskan untuk kembali pulang saja ke Rembang. Aku pulang malam hari karena waktu itu perasaanku sungguh tak karuan.
Hingga berhari hari masih sama tak ada kabar. Pada akhirnya aku mencari pekerjaan disekitar tempat tinggalku. Tiba* dia telfon dan menjelaskan kenapa sebabnya dia menghilang tiada kabar. Aku hanya diam rasanya teramat sakit , lalu lumatkan saja telfon dari dia.
Hingga akhirnya dia mendatangi tempat kerjaku. Aku kaget pas dia duduk di depanku, dia menanyakan tentang hubungannya. Lalu aku menjawab "lebih baik kita akhiri saja, sudah kamu jangan menggangguku lagi" lalu dia pergi begitu saja dari pandanganku. Hatiku teramat hancur kenapa dia pergi dan tak lagi memperjuangkan cintanya.
Suatu hari aku mengantar adekku pergi ke sekolah. Dan pada saat aku pulang dari arah berlawanan aq lihat dia datang memotong jalanku. Lalu sontak aq berkata "jangan seperti ini mas, aku mau lewat" lalu aq pergi begitu saja. Aku lihat dari spion motor tak kudapati dia mengejar ku. Rasanya aku sangat berharap dia mengejar ku tapi ternyata semua itu hanya mimpiku saja.
Malam itu ponselku berdering. Ternyata telfon daripada dia, aku amat bahagia dia masih sempat menelfon ku . Lalu iya berkata padaku. "Itu kalung yg melingkar di lehermu berarti tanda pertunangan kalian" seketika aku menangis.
Dalam hatiku berkata "iya mas dia yg lebih dulu melamar ku, dan aku menjadikan dia sebagai pelarian semata atas rasa kecewaku terhadapmu. Tapi aku sama sekali tak menginginkan ini?. Jadi ini sebabnya kamu tak mengejar ku pagi itu?? Hanya karena kamu melihat sebuah kalung yg melingkar di leherku?.
Lalu dia berkata lagi "pernikahan itu bukanlah mainan, pernikahan itu untuk seumur hidup sekali? Jika kamu tak mencintai dia tinggalkan saja! Ayo kita pergi jauh. Lalu aku menjawab " maaf, aku mencintainya"
Berawal saat aku duduk di bangku SMA. Aku jatuh cinta kepada seorang laki2, dan aku menjalin hubungan dengannya 2 tahun. Saat itu banyak sekali rintangan yg aku dan dia hadapi. Mulai dari persetujuan orang tua dan lain*. Aku dan dia teramat sangat mencintai.
Bahkan hampir tiap hari aku dimarahi orang tuaku Karna menjalin hubungan dengan dia. Didepan dia orang tuaku menjelekkan*kan dia! Tapi apa yang iya kata? "Dia itu orang tuamu? Apa yg iya kata pasti lebih benar?" Seketika berlinang lah air mataku. Dalam hatiku berkata? "Mas kamu sadar tidak orang tuaku sedang mengejekku? Tapi kenapa kamu malah membelanya?"
Hingga pada akhirnya aku lulus sekolah, aku mencari kerja di surabaya. Aku sempat hilang kontak dengannya, dia tak ada kabar. Aku sudah berusaha menelpon berkali* tapi hasilnya nihil. Aku mulai resah, aku mulai gelisah dan lelah tanpa kabar darinya. Aku tunggu berhari* hingga aku benar* lelah,aku takut dia bersama wanita lain dan melupakan aku.
Sampai akhirnya aku memutuskan untuk kembali pulang saja ke Rembang. Aku pulang malam hari karena waktu itu perasaanku sungguh tak karuan.
Hingga berhari hari masih sama tak ada kabar. Pada akhirnya aku mencari pekerjaan disekitar tempat tinggalku. Tiba* dia telfon dan menjelaskan kenapa sebabnya dia menghilang tiada kabar. Aku hanya diam rasanya teramat sakit , lalu lumatkan saja telfon dari dia.
Hingga akhirnya dia mendatangi tempat kerjaku. Aku kaget pas dia duduk di depanku, dia menanyakan tentang hubungannya. Lalu aku menjawab "lebih baik kita akhiri saja, sudah kamu jangan menggangguku lagi" lalu dia pergi begitu saja dari pandanganku. Hatiku teramat hancur kenapa dia pergi dan tak lagi memperjuangkan cintanya.
Suatu hari aku mengantar adekku pergi ke sekolah. Dan pada saat aku pulang dari arah berlawanan aq lihat dia datang memotong jalanku. Lalu sontak aq berkata "jangan seperti ini mas, aku mau lewat" lalu aq pergi begitu saja. Aku lihat dari spion motor tak kudapati dia mengejar ku. Rasanya aku sangat berharap dia mengejar ku tapi ternyata semua itu hanya mimpiku saja.
Malam itu ponselku berdering. Ternyata telfon daripada dia, aku amat bahagia dia masih sempat menelfon ku . Lalu iya berkata padaku. "Itu kalung yg melingkar di lehermu berarti tanda pertunangan kalian" seketika aku menangis.
Dalam hatiku berkata "iya mas dia yg lebih dulu melamar ku, dan aku menjadikan dia sebagai pelarian semata atas rasa kecewaku terhadapmu. Tapi aku sama sekali tak menginginkan ini?. Jadi ini sebabnya kamu tak mengejar ku pagi itu?? Hanya karena kamu melihat sebuah kalung yg melingkar di leherku?.
Lalu dia berkata lagi "pernikahan itu bukanlah mainan, pernikahan itu untuk seumur hidup sekali? Jika kamu tak mencintai dia tinggalkan saja! Ayo kita pergi jauh. Lalu aku menjawab " maaf, aku mencintainya"
Komentar
Posting Komentar